Terlalu banyak koki merusak kaldu yang sudah lama dikatakan dan Anda bertanya-tanya apakah ini kemungkinan berlaku di Arsenal bersama serangkaian janji temu baru mereka. Keluar bersama yang lama, bersama yang baru. Darren Burgess, seorang Australia, bertanggung jawab atas kebugaran dan sehabis sebelumnya memiliki tiga tahun bekerja di Liverpool; dikatakan sebagai pilihan Wenger sendiri.
Huss Fahmy tiba dari Team Sky untuk berurusan bersama kontrak pemain
Seperti kita ketahui persoalan di sini muncul di dalam persoalan Alexis Sanchez dan Mesut Ozil. Keduanya bisa berjalan, hingga akhir musim, saat mereka dapat muncul dari kontrak. Bahwa klub sudah membebaskan hal-hal tergelincir sejauh ini tampaknya membingungkan. Sanchez tampaknya bertekad untuk pergi, Ozil dilaporkan meminta £ 300.000 seminggu. Jadi, jikalau jikalau kedua pemain ditransfer di dalam daftar transfer yang saat ini diakses kembali, mereka tidak bisa pergi bersama sia-sia. Akal sehat belaka pasti dapat memprakarsai kebijakan pro aktif sejak lama.
Steve Rowley, sepanjang bertahun-tahun kepala pengintai, sudah dikirim di dalam perjalanannya, untuk digantikan oleh Sven Mislantat dari Borussia Dortmund di belakang catatan penemuan dan penandatanganan yang bagus, di antaranya Robert Lewandowski. Bayern Munich rupanya mengidamkan dia bergabung bersama mereka. Itu muncul lumayan masuk akal.
Raul Sanllehi sudah terdaftar dari Barcelona di mana ia menghabiskan 14 tahun, jadi direktur sepakbola klub. Di Arsenal, ia dapat jadi kepala pertalian sepakbola. Apapun berarti itu.
Di belakang penunjukan ini seseorang memandang sosok Ivan Gazidis, kepala eksekutif klub yang pada akhir musim Gunners yang mengecewakan, saat mereka gagal sehabis bertahun-tahun menggapai Piala Champions, memperlihatkan bahwa mereka memiliki musim yang paling sukses. Sukses baginya pasti dikarenakan ia dilaporkan menerima bonus sejuta pound.
Penunjukan baru ini dapat satu harapan sudah menghambat keadaan yang merisaukan bersama Sanchez dan Ozil, yang pasti bisa diselesaikan bersama sedikit akal sehat.
Sementara itu, selanjutnya kontrak Jack Wilshere yang tertunda, di dalam bentuk akhir-akhir ini sudah dirangkai sepanjang musim, kudu diselesaikan. Dia sebelumnya terbatas pada peran di dalam tim pilihan kedua yang berkompetisi di kompetisi Eropa yang lebih rendah. Sekarang dia terlambat lagi ke tim teratas, dia setidaknya ditawari kontrak baru. Tidak semurah yang terakhir, tergantung hingga taraf penampilan, yang sesungguhnya masuk akal dikarenakan ia kerap rentan pada cedera. Namun penampilannya yang luar biasa memperlihatkan bahwa dia seharusnya dipilih untuk tim utama minggu lalu. Seorang pemain ingat siapa yang sudah bersama The Gunners sejak umur sembilan tahun. Dia luar biasa apalagi di West Bromwich baru-baru ini, di mana kinerja timnya biasa-biasa saja hingga gelar.
Betapa berbedanya bersama hari-hari terpencil sehabis Perang Dunia Kedua.

Orang berpikir tentang Joe Smith, manajer tim Blackpool yang terlampau berhasil yang tidak pernah dikenal mengimbuhkan ceramah tim. Suatu Sabtu sore di area tukar sebelum saat pertandingan tandang, dia mengejutkan para pemainnya bersama mengatakan kepada mereka bahwa dia mengidamkan menangani mereka. “Benar,” katanya. “Di akhir pertandingan, jangan tukar baju sepak bola Anda, Mengenakan mantel, segera ke bus tim, dikarenakan kita dapat menangkap 5.45.”
Namun apalagi Matt Busby, bapak dan ide Manchester United, memiliki pendekatan kasual yang aneh untuk taktik. Ketika pada paruh selagi di Final Piala 1948 tim United-nya adalah tujuan ke Blackpool, seluruh dia mengatakan kepada mereka, “Terus bermain sepak bola.” Yang mereka melaksanakan dan kehabisan pemenang.
Kisah Joe Smith yang lain. Pada pertandingan tandang bersama Blackpool dia berdiri di toilet hotel, mengesampingkan tidak benar satu direktur klub. Tiba-tiba rantai ditarik dan muncul berkunjung direktur yang malu sendiri. “Dan apa lagi,” katanya. “Dia penguping berdarah.”
